Kamis, 22 September 2016

Struktur Dasar Algoritma

Sekarang kita akan membahas struktur dasar algoritma. Baik langsung saja, ada terdapat tiga bentuk struktur dasar dalam menyusun suatu algoritma, diantaranya yaitu:
  1. Sekuensial (runtunan)
struktur algotima

contoh struktur sekuensial
Bentuk struktur sekuensial itu seperti disamping, pada struktur sekuensial ni langkah-langkah yang dilakukan dalam algoritma diproses secara berurutan.
dimulai dari langkah pertama, kedua, dan seterusnya. Pada dasarnya suatu program memang menjalankan suatu proses dari yang dasar seperti struktur ini.
berikut adalah contoh program yang dijalankan menggunakan struktur sekuensial ini:

2013-08-15_191507

2.  Struktur Seleksi
Struktur seleksi menyatakan pemilihan langkah yang didasarkan oleh suatu kondisi atau pengambilan suatu keputusan. Struktur ini ditandai selalu dengan bentuk flowcart decision (flowcart yang berbentuk belah ketupat).

struktur seleksi 

Banyak contoh yang dapat kita terapkan pada struktur jenis ini jika itu menyangkut keputusan, diantaranya: diskon yang berbeda berdasarkan jumlah barang yang ingin dibeli.

3. Struktur Perulangan
Struktur ini memberikan suatu perintah atau tindakkan yang dilakukan beberapa kali. Misalnya jika teman mau menuliskan kata “Belajar C” sebanyak sepuluh kali. akan lebih efisien jika teman menggunakan sturktur ini dari pada sekedar menuliskannya berturut-turut sebanyak sepuluh kali.


Sumber Artikel :
Superdiaz . 2013 . Struktur Algoritma . https://jendelaintuisi.wordpress.com/2013/09/12/struktur-dasar-algoritma/

Bahasa Pemrograman

Bahasa Pemrograman adalah teknik komando atau instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer.
Secara Umum, terdapat 4 Kelompok Bahasa Pemrograman yang dikelompokkan menurut tingkat kedekatan dengan mesin komputer :
  1. Bahasa Mesin.
Adalah Kelompok Bahasa yang memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode bahasa biner.
  1. Bahasa Tingkat Rendah
Adalah Kelompok Bahasa  yang memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode-kode singkat.
  1. Bahasa Tingkat Menengah
Adalah Kelompok Bahasa yang memberikan perintah kepada komputer dengan campuran instruksi dalam kata-kata bahasa manusia dan instruksi yang bersifat simbolik.
  1. Bahasa Tingkat Tinggi
Adalah Kelompok Bahasa yang memberikan perintah pada komputer dengan bahasa yang Familiar dengan manusia atau menggunakan Bahasa Inggris.
Berikut ini beberapa daftar Bahasa Pemrograman yang biasa digunakan oleh Programmer :
–          Pascal
Pascal memiliki beberapa versi, seperti : Turbo Pascal, Ms Pascal (Microsoft), Apple Pascal,UCSD (University of California at San Diego Pascal), dan lain-lain. Turbo Pascal yang dibuat oleh Borland Inc. adalah versi yang paling banyak digunakan oleh programmer karena menggunakan Compiler untuk menerjemahkannya dan juga mengikuti standard Bahasa Pascal yang dibuat oleh Nicklaus Wirth dan K. Jensen. Pascal merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi dan terstruktur
–          Delphi
Borland Delphi merupakan sarana pemrograman aplikasi visual. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah bahasa pemrograman Pascal atau yang kemudian disebut bahasa pemrograman Delphi. Delphi merupakan generasi penerus dari Turbo Pascal.
–          Bahasa C
C adalah bahasa pemrograman yang memiliki portabilitas tinggi. Akar dari bahasa C adalah bahasa BCPL yang dikembangkan oleh Martin Richard pada tahun 1967. Bahasa ini memberikan ide kepada Ken Thompson yang kemudian mengembangkan bahasa yang disebut dengan B pada tahun 1970. Perkembangan selanjutnya dari bahasa B adalah bahasa C oleh Dennis Ricthie sekitar tahun 1972-an di Bell Telephone Laboratories Inc.
–          Bahasa Pemrograman C++
Pada C++ ditambahkan konsep-konsep baru seperti class dengan sifat-sifatnya seperti inheritance dan overloading. Salah satu perbedaan yang paling mendasar dengan bahasa C adalah dukungan terhadap konsep pemrograman berorientasi objek (Object Oriented Programming).
–          VisualBasic
Microsoft Visual Basic (sering disingkat sebagai VB saja) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang menawarkan Integrated Development Environment (IDE) visual untuk membuat program perangkat lunak berbasis sistem operasi Microsoft Windows dengan menggunakan model pemrograman (COM).
–          JAVA
Java adalah nama untuk sekumpulan teknologi untuk membuat dan menjalankan perangkat luinak pada komputer standalone ataupun pada lingkungan jaringan. Teknologi Java memiliki tiga komponen penting, yaitu :
1.      Programming-language specification
2.      Application-programming interface
3.      Virtual-machine specification
–          JAVA Script
Bahasa pemrograman javascript adalah bahasa scripting yang handal yang berjalan pada sisi client. Javascript merupakan sebuah bahasa scripting yang dikembangkan oleh netscape.).
–          Bahasa Pemrograman PHP
PHP adalah bahasa pemrograman script yang paling banyak dipakai saat ini.  PHP banyak dipakai untuk membuat situs web yang dinamis, walaupun tidak tertutup kemungkinan digunakan untuk pemakaian lain. PHP biasanya berjalan pada sistem operasi linux (PHP juga bisa dijalankan dengan hosting windows).
–          HTML
HyperText Markup Language (HTML) adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web dan menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah browser Internet.
–           Bahasa Pemrogaman Cobol
COBOL adalah kepanjangan dari Common Bussiness Oriented Language. Bahasa COBOL digolongkan sebagai High Level Language (bahasa pemrograman tingkat tinggi) yang berorientasi pada masalah bisnis.
Demikian yang dapat saya jelaskan tentang Bahasa Pemrograman, dan semoga dapat bermanfaat bagi rekan-rekan walaupun hanya sedikit, serta mohon dimaklumi bila postingan saya terdapat kesalahan penulisan atau susunan kata.

sumber :https://rhezkybadjuka.wordpress.com/2012/10/12/artikel-tentang-bahasa-pemrograman/

Rabu, 21 September 2016

Format Font HTML

Tag <font> termasuk salah satu (Deprecated tags) dimana saat ini sudah jarang digunakan karena sudah ada alternatif pengganti yang lebih baik untuk tag tersebut. Untuk Tag <font> sebagai gantinya digunakan atribut style atau CSS. Untuk penjelasan singkat tentang CSS ini bisa di baca di Belajar CSS.

Pada tulisan sebelumnya tentang Belajar HTML dengan topik Format Font HTML telah dibuat beberapa contoh format font dengan menggunakan tag <font>. Di tutorial HTML ini kita akan melupakan tag tersebut dan beralih menggunakan atribut style.
Untuk mengganti jenis font digunakan properti font-family:

<p style="font-family:Georgia">Tulisan dengan font-family Georgia</p>
 
Hasil:
Tulisan dengan font-family Georgia
Untuk melakukan eksperimen lebih lanjut anda bisa mengganti jenis font-nya dengan font-font yang bisa dilihat di Jenis-jenis Font Family untuk CSS
Untuk membuat tulisan miring digunakan properti font-style:

<p style="font-style:italic">Membuat tulisan miring</p>
 
Hasil:
Membuat tulisan miring
Untuk membuat tulisan tebal digunakan properti font-weight:

<p style="font-weight:bold">Membuat tulisan tebal</p> 

Hasil:
Membuat tulisan tebal
Untuk mengatur ukuran font digunakan properti font-size:

<p style="font-size:16px">Tulisan dengan ukuran font 16px</p>
 
Hasil:
Tulisan dengan ukuran font 16px
Untuk pengaturan ukuran font-size dapat menggunakan satuan px, em, % atau pt. Kode HTML berikut akan menghasilkan ukuran font yang sama.
<p style="font-size:16px">Tulisan dengan ukuran 16px</p>
<p style="font-size:100%">Tulisan dengan ukuran 100%</p>
<p style="font-size:1em">Tulisan dengan ukuran 1em</p>
<p style="font-size:12pt">Tulisan dengan ukuran 12pt</p>
 
Hasil:
Tulisan dengan ukuran 16px
Tulisan dengan ukuran 100%
Tulisan dengan ukuran 1em
Tulisan dengan ukuran 12pt
Untuk membuat warna font digunakan properti color:

<p style="color:blue">Tulisan ini akan berwarna biru</p>
 
Hasil:
Tulisan ini akan berwarna biru
Untuk kode warna bisa menggunakan nilai RGB, Hexadecimal atau Nama Warna. Kode HTML berikut akan menghasilkan warna tulisan yang sama.
<p style="color:rgb(0,128,0)">Membuat warna tulisan dengan Nilai RGB</p>
<p style="color:#008000">Membuat warna tulisan dengan Kode Hexadecimal</p>
<p style="color:green">Membuat warna tulisan dengan Nama Warna</p>
 
Hasil:
Membuat warna tulisan dengan Nilai RGB
Membuat warna tulisan dengan Kode Hexadecimal
Membuat warna tulisan dengan Nama Warna
Ikuti link berikut untuk melihat Kode Hexadecimal dan Nama Warna atau gunakan tool kode warna untuk melihat nilai RGB.
Atribut style dapat memiliki beberapa properti dengan dibatasi oleh tanda titik koma.

<p style="font-family:Georgia;font-size:16px;font-weight:bold;">Contoh tulisan dengan font-family, 
font-size dan font-weight</p>

Hasil:
Contoh tulisan dengan font-family, font-size dan font-weight.
Kemudian style tersebut diatas dapat di persingkat dengan menggunakan properti font.

<p style="font:bold 16px Georgia">Contoh tulisan dengan properti font.</p>
 
Hasil:
Contoh tulisan dengan properti font.

» Tutorial selanjutnya:
« Tutorial sebelumnya:

Selasa, 20 September 2016

Membuat Tabel HTML

Sekilas tentang tabel.
Tabel (table) sangat diperlukan ketika kita ingin menampilkan data yang berbentuk kolom-kolom. Dulu sebelum adanya CSS, table digunakan untuk membuat layout website namun saat ini sudah jarang dipakai sebagai layout karena faktor file yang cenderung lebih besar sehingga mempengaruhi waktu akses yang lebih lama, dalam pengelolaan dan pengeditan pun jauh lebih rumit karena banyaknya tag-tag yang dihasilkan.

Cara membuat tabel.
Untuk membuat table yang sederhana ada 3 elemen utama yaitu table, tr dan td. Tag <table> adalah untuk membuat tabel kemudian di ikuti dengan tag <tr> (table rows) adalah untuk membuat baris pada tabel kemudian tag <td> (table data) adalah untuk membuat kolom pada tabel, kolom-kolom hasil dari tr dan td ini disebut dengan table cell yaitu sebagai lokasi dimana kita memasukkan data-data yang akan di tampilkan.
Berikut adalah contoh tabel yang terdiri dari 3 baris dan 2 kolom.

<table border="1">
 <tr>
  <td>Cell 1 - Baris 1 Kolom 1</td>
  <td>Cell 2 - Baris 1 Kolom 2</td>
 </tr>
 <tr>
  <td>Cell 3 - Baris 2 Kolom 1</td>
  <td>Cell 4 - Baris 2 Kolom 2</td>
 </tr>
 <tr>
  <td>Cell 5 - Baris 3 Kolom 1</td>
  <td>Cell 6 - Baris 3 Kolom 2</td>
 </tr> 
</table>
 
Hasil:
Cell 1 – Baris 1 Kolom 1 Cell 2 – Baris 1 Kolom 2
Cell 3 – Baris 2 Kolom 1 Cell 4 – Baris 2 Kolom 2
Cell 5 – Baris 3 Kolom 1 Cell 6 – Baris 3 Kolom 2

Dalam contoh sengaja ditambah dengan atribut border agar kita dapat melihat posisi dari tabel tersebut, karena secara default nilai dari border ini adalah 0 jika tidak disertakan dengan tag <table>.

Mengatur lebar dan tinggi tabel.
Untuk mengatur lebar table digunakan atribut width atau bisa juga dengan style CSS dengan properti width. Untuk lebar dan tinggi dari td kita gunakan atribut style dengan properti width dan height.
Berikut adalah contoh tabel dengan lebar 75% dari lebar dokumen dan lebar kolom masing 50% dengan tinggi pada baris pertama adalah 40px.
<table border="1" width="75%">
 <tr>
  <td style="width:50%;height:40px;">Baris 1 Kolom 1</td>
  <td>Baris 1 Kolom 1</td>
 </tr>
 <tr>
  <td>Baris 2 Kolom 1</td>
  <td>Baris 2 Kolom 2</td>
 </tr>
 <tr>
  <td>Baris 3 Kolom 1</td>
  <td>Baris 3 Kolom 2</td>
 </tr>
</table>
 
Hasil:
Baris 1 Kolom 1 Baris 1 Kolom 1
Baris 2 Kolom 1 Baris 2 Kolom 2
Baris 3 Kolom 1 Baris 3 Kolom 2

Untuk satuan ukuran widht dan height dari atribut maupun style tersebut kita dapat menggunakan px atau %. Untuk pengaturan lebar dan tinggi pada td kita cukup memasukkan pada kolom pertama secara otomatis kolom-kolom berikutnya akan mengikuti pengaturan tersebut.
Menggabungkan kolom pada tabel
Table Cell atau baris dan kolom dari tabel tersebut dapat kita gabungkan sesuai kebutuhan bentuk tabel yang diinginkan.
Untuk menggabungkan kolom dalam tabel digunakan atribut colspan.
 
<table border="1" width="75%">
 <tr>
  <td colspan="2">Gabungan Kolom 1&amp;2 pada Baris 1</td>
 </tr>
 <tr>
  <td style="width:50%">Baris 2 Kolom 1</td>
  <td>Baris 2 Kolom 2</td>
 </tr>
 <tr>
  <td>Baris 3 Kolom 1</td>
  <td>Baris 3 Kolom 2</td>
 </tr>
</table>
 
Hasil:
Gabungan Kolom 1&2 pada Baris 1
Baris 2 Kolom 1 Baris 2 Kolom 2
Baris 3 Kolom 1 Baris 3 Kolom 2

Sedangkan untuk menggabungkan baris dalam tabel digunakan atribut rowspan.
<table border="1" width="75%">
 <tr>
  <td style="width:50%" rowspan="2">Gabungan Baris 1&amp;2 pada Kolom 1</td>
  <td>Baris 1 Kolom 2</td>
 </tr>
 <tr>
  <td>Baris 2 Kolom 2</td>
 </tr>
 <tr>
  <td>Baris 3 Kolom 1</td>
  <td>Baris 3 Kolom 2</td>
 </tr> 
 </table>
 
Hasil:
Gabungan Baris 1&2 pada Kolom 1 Baris 1 Kolom 2
Baris 2 Kolom 2
Baris 3 Kolom 1 Baris 3 Kolom 2

Mengatur jarak kolom pada tabel
Untuk mengatur posisi cell dalam tabel digunakan atribut cellpadding dan cellspacing.
Cellpadding adalah untuk pengaturan sisi dari bagian dalam cell.

<table border="1" width="75%" cellpadding="8">
 <tr>
  <td style="width:50%;">Baris 1 Kolom 1</td>
  <td>Baris 1 Kolom 2</td>
 </tr>
 <tr>
  <td>Baris 2 Kolom 1</td>
  <td>Baris 2 Kolom 2</td>
 </tr>
</table>
 
Hasil:
Baris 1 Kolom 1 Baris 1 Kolom 2
Baris 2 Kolom 1 Baris 2 Kolom 2

Sedangkan Cellspacing adalah pengaturan sisi dari bagian luar cell.
<table border="1" width="75%" cellspacing="8">
 <tr>
  <td style="width:50%">Baris 1 Kolom 1</td>
  <td>Baris 1 Kolom 2</td>
 </tr>
 <tr>
  <td>Baris 2 Kolom 1</td>
  <td>Baris 2 Kolom 2</td>
 </tr>
</table>
 
Hasil:
Baris 1 Kolom 1 Baris 1 Kolom 2
Baris 2 Kolom 1 Baris 2 Kolom 2

Membuat titel pada tabel.
Untuk tabel yang lengkap dengan titel, kita bisa menambahkan tag <caption> tepat setelah tag <table> dan kita juga bisa mengganti td dengan th (table heading) sebagai titel dari baris maupun kolom.
Caption dan th akan secara otomatis berada pada posisi tengah dan th akan menghasilkan tulisan tebal.

<table border="1" width="75%">
<caption>Disini adalah titel tabel ini</caption>
 <tr>
  <th style="width:50%;">Header Kolom 1</th>
  <th>Header Kolom 2</th>
 </tr>
 <tr>
  <td>Baris 1 Kolom 1</td>
  <td>Baris 1 Kolom 2</td>
 </tr>
 <tr>
  <td>Baris 2 Kolom 1</td>
  <td>Baris 2 Kolom 2</td>
 </tr>
</table>
 
Hasil:
Disini adalah titel tabel ini
Header Kolom 1 Header Kolom 2
Baris 1 Kolom 1 Baris 1 Kolom 2
Baris 2 Kolom 1 Baris 2 Kolom 2

Membuat background pada tabel
Untuk membuat background pada tabel kita gunakan atribut style dengan properti background.
Berikut adalah contoh table dengan background warna kuning muda dengan heading warna merah.

<table style="background:#ffc" width="75%" border="1">
 <tr>
  <th style="background:red;width:50%;">Header Kolom 1</th>
  <th style="background:red;">Header Kolom 2</th>
 </tr>
 <tr>
  <td>Baris 1 Kolom 1</td>
  <td>Baris 1 Kolom 2</td>
 </tr>
 <tr>
  <td>Baris 2 Kolom 1</td>
  <td>Baris 2 Kolom 2</td>
 </tr>
</table>
 
Hasil:
Header Kolom 1 Header Kolom 2
Baris 1 Kolom 1 Baris 1 Kolom 2
Baris 2 Kolom 1 Baris 2 Kolom 2

Seperti kita lihat bahwa border dari cell tersebut terlihat terlalu tebal padahal kita membuat nilai dari atribut border adalah 1px.
Ini terjadi karena secara default atribut cellpadding dan cellspacing pada elemen table memiliki nilai masing-masing 1px.
Jadi untuk menghilangkannya kita harus memasukkan kedua atribut tersebut dengan nilai 0.

<table cellpadding="0" cellspacing="0" style="background:#ffc" width="75%" border="1">
...
</table>

Atau kita juga bisa menggunakan style CSS yaitu dengan properti border-collapse:collapse.

<table style="border-collapse:collapse;background:#ffc" width="75%" border="1">
 <tr>
  <th style="background:red;width:50%;">Header Kolom 1</th>
  <th style="background:red;">Header Kolom 2</th>
 </tr>
 <tr>
  <td>Baris 1 Kolom 1</td>
  <td>Baris 1 Kolom 2</td>
 </tr>
 <tr>
  <td>Baris 2 Kolom 1</td>
  <td>Baris 2 Kolom 2</td>
 </tr>
</table>
 
Hasil:
Header Kolom 1 Header Kolom 2
Baris 1 Kolom 1 Baris 1 Kolom 2
Baris 2 Kolom 1 Baris 2 Kolom 2

Pada link berikut ini kita akan membuat contoh tabel dengan CSS baik itu dengan atribut style (inline) maupun internal dan eksternal CSS.

sumber :
http://htmlcssguides.com